File permission

File permission digunakan untuk mendefinisikan hak akses terhadap sebuah file atau folder untuk user lain. Jadi dengan file permission ini kita dapat menentukan apakah user lain memiliki hak akses terhadap sebuah file, untuk kemudian kita tentukan hak akses seperti apa yang akan kita berikan? Apakah user tersebut hanya bisa membaca file (read-only)? Atau membaca sekaligus memodifikasi file (read and write)?

Secara default, semua file dan folder mempunyai pemiliknya masing-masing, pemilik dari file dan folder ini adalah salah satu dari user yang terdapat pada system kita (bila komputer anda multiuser). Jika seorang user (kita sebut user x) memiliki hak kepemilikan terhadap sebuah file (katakan file x) maka user x memiliki kontrol penuh terhadap file x. sang user dapat melakukan apa saja terhadap file x seperti menghapus file, moving file, modifikasi file dan lain-lain.
Selai user x, user-user lain yang tergabung ke dalam grup user x juga memiliki hak akses terhadap file x, namun tentu saja kontrol hak akses ada di tangan user x yang dapat sewaktu-waktu mengganti hak akses terhadap grup.
Walaupun demikian, selain user x ada user lain yang memiliki kontrol penuh terhadap file x, siapakah dia? Ya dia adalah sang dewa dari sistem yaitu root. root dapat melakukan apa saja (termasuk menghapus, modifikasi file bahkan mengganti hak kepemilikan ke user lain) terhadap semua file meskipun file tersebut bukan miliknya. Selain root, user dengan hak akses administrator atau para sudoers juga dapat melakukannya, karena user jenis ini juga memiliki kemampuan dewa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s