Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh pengguna Linux awam (pemula)

Berikut ini adalah kesalahan-kesalahan dari pengguna Linux awam, atau baru pertama kali memakai Linux yang sering kali terjadi:
  1. Kebanyakan pengguna Linux awal saat pertama kali ingin mencoba Linux terlalu memaksakan diri. Contohnya dalam hal memilih distro Linux yang tepat untuk dirinya. Kebanyakan dari mereka menginstall Linux malahan hanya untuk ikut-ikutan tren tanpa tau apa Linux itu sebenarnya. Apa itu Linux? http://imron02.blogspot.com/2011/02/linux.html, http://id.wikipedia.org/wiki/Linux
  2. Kebanyakan pengguna Linux awal selalu maen gaya-gayaan dengan menginstall Linux yang sebenarnya itu sulit bagi dia. Dan ingin dikatakan jago dengan menginstall distribusi Linux khusus advanced user. Contohnya Slackware, Arch. Bagi orang yang penasarannya tinggi dan mau bekerja keras membaca tutorialnya si tidak masalah, bagaimana dengan yang malas-malasan membacanya?
  3. Kebanyakan pengguna Linux salah mengartikan bahwa Linux itu adalah aplikasi/program. Padahal sebenarnya Linux adalah Operating System/Sistem Operasi. Contoh yang selama ini kita kenal adalah sistem operasi Windows dari Microsoft atau MacOS dari Apple
  4. Kebanyakan pengguna Linux awam sering salah mengartikan yang katanya bahwa apabila menginstall beberapa OS Linux di hardisknya akan memberatkan sistem operasi lainnya. Contoh akan memberatkan windows. Padahal sebenarnya apabila anda tahu, Linux itu bisa di install di partisi yang berbeda dan anda bisa menjalankan dual booting sistem operasi. Jadi dengan dual booting ini, maka Linux akan berjalan secara sendiri/independen pada partisinya sendiri dan tanpa memberatkan sistem operasi lain (berbeda dengan kasus apabila anda menjalankan Linux melalui Virtualbox).
  5. Kebanyakan pengguna Linux awal, selalu mensugestikan dirinya bahwa Linux itu susah bangetttt dah. Atau diledekin dengan teman-temannya, gak usah install Linux, Linux itu susah. Coba anda pikirkan apabila anda ingin membeli Laptop/Komputer ber-merk Apple? Apakah akan terpikir dengan anda bahwa menggunakan Apple akan susah? Jawabannya pasti kenapa gak nyoba dulu.. Hanya orang-orang yang minded terhadap os tertentulah yang merasa kesulitan, karena dia belum terbiasa dengan hal baru. Contoh sederhana, saat anda dahulu memakai Handphone Symbian dan beralih ke Android/Iphone apakah sulit? Tidak kan, karena anda hanya perlu waktu untuk membiasakan diri dengan hal yang baru itu.
  6. Kebanyakan pengguna Linux takut akan yang namanya CLI (command line interface), karena biasanya hanya selalu menggunakan GUI (Graphic User Interface). Pernahkan terpikir oleh anda bahwa Linux-linux sekarang untuk ursan GUI-nya sudah sangat mudah digunakan? Coba anda Lihat tampilan dari Linux Mint atau Ubuntu.
  7. Kebanyakan pengguna Linux sombong/tidak mau bertanya kepada yang sudah bisa. Contohnya saat penginstalan pertama kali. Kebanyakan dari mereka main install Linux gitu aja tanpa bertanya dahulu, dan alhasil saat mereka pertama kali install Linux, yang ada mereka akan kehilangan semua data-data penting mereka karena telah terformat.
  8. Kebanyakan pengguna Linux salah mengartikan beberapa istilah-istilah komputer. Misalnya:
    1. Saat membaca tutorial Linux pertama kali, pasti anda membaca tentang partisi. Lalu apa itu partisi? Contohnya di dalam windows, partisi itu adalah Drive C (untuk sistem), Drive D (untuk data). Nah di Linux juga sama ada partisi “/” (untuk partisi sistem), dah /home (untuk data) atau bahkan anda bisa menambah lagi partisi-partisi tertentu layaknya di windows.
    2. Banyak pengguna Linux yang bingung denga istilah primary partisi dan extended partisi. Oke kalau anda menggunakan windows, secara default/kebanyakan windows akan langsung membuat 2 buah partisi primary. 1 partisi untuk C, dan 1 partisi untuk data pribadi. Nah sementara itu dalam 1 hardisk biasanya hanya diperbolehkan untuk membuat 4 primary partisi. Nah makanya dari itu Linux mempunya kelebihan untuk menginstall sistemnya di logikal partisi apabila anda sudah kehabisa primary partisi. Baca ini untuk lebih jelasnya http://en.kioskea.net/contents/631-partition-partitioning-a-hard-drive
  9. Kebanyakan pengguna Linux beranggapan bahwa semua aplikasi windows bisa diinstall di Linux, padahal sebenarnya Linux itu mempunya aplikasi sendir layaknya MacOs dari Apple. Simpel saja begini, coba bisa gak install aplikasi Iphone di Android? Makanya dari itu, jangan memaksakan untuk menginstall aplikasi Windows di Linux (walaupun bisa beberapa dengan wine). Kalau Linux punya aplikasi yang mirip dengan windows/apple, kenapa memaksakan untuk menginstall aplikasi itu di Linux. Install saja yang khusus untuk Linux.
  10. Kebanyakan pengguna Linux bingung untuk menginstall aplikasi Linux, yang menurut mereka sulit dan tidak seperti windows/apple karena hanya one package yang terbungkus dalam ekstensi .exe (Windows) atau .dmg (MacOs), terlebih lagi mereka bingung akan ekstensi .deb, .rpm, .tgz. Sebenarnya apabila kalian tahu, untuk saat ini Linux ini sudah sangat mudah melakukan installasi aplikasi, contohnya di ubuntu tinggal buka Ubuntu Software Center, dan tinggal cari aplikasi yang anda butuhkan disana dan tinggal langsung install (harus terkoneksi internet), atau dengan yast dari open suse.
  11. Kebanyakan pengguna Linux akan bilang, akh ribet install aplikasi di Linux harus konek ke internet. Secara tidak langsung apakah anda tidak berpikir bahwa apabila anda ingin menginstall aplikasi di Windows tidak sulit? Coba anda bayangkan, anda juga pasti harus konek ke internet bukan? Buka google terus cari aplikasi yang dibutuhin, terus kalau udah ke download pake IDM misalnya, anda buka lagi google dan cari crack aplikasinya. Nah itu menurut saya sulit dan memakan waktu juga. Coba bayangkan dengan Linux. Misal cara cepetnya, buka terminal terus tinggal ketik (contoh install aplikasi geany) “sudo apt-get install geany” untuk ubuntu atau “yum install geany” untuk fedora atau “zypper in geany” untuk opensuse. Masih berpikir Linux susah? Sebenarnya sama aja, tinggal anda-nya saja mau mencoba atau tidak.
  12. Kebanyakan pengguna Linux selalu salah dalam hal mengikuti tutorial-tutorial di internet sana. Contohnya:
    1. $ dan #. Pasti pengguna Linux awam, pasti akan bingung dengan maksud tanda $ dan #. Sebenarnya tanda itu apabila anda membuka terminal adalah untuk membedakan antara shell untuk user ($) dan shell dengan akses root (#). Mungkin kalian juga bingung bedanya user dan root. Apabila anda tahu, di windows secara default, user pertama akan dijadikan sebagai administrator (root dalam Linux), dan kebanyakan orang tidak mengetahui itu. Coba anda di windows bikin user biasa tanpa akses administrator, pasti apabila anda ingin menginstall sesuatu ke drive siste windows, pasti membutuhkan yang namnya password administrator. Hal ini juga sama dan berlaku bagi Linux. Cuma bedanya kalau di Linux kita menyebutnya root. Atau bagi pengguna android pasti suka tu denger istilah rooting. Saya yakin banyak yang gak tahu apa itu rooting sebenarnya kan. Ya sebenarnya itu adalah untuk mendapatkan akses administrator agar kita bisa masuk ke drive sistem. Kenapa Linux tidak otomatis seperti windows langsung membuat user root? Alasannya adalah keamanan pada sistem anda sendiri. Bayangkan kalau user root itu siapa saja bisa mengakses, mungkin sistem operasi anda bisa saja tuh dijailin dan di rusak sama orang yang gak bertanggung jawab.
    2. Misalnya banyak pengguna Linux yang bingung akan struktur direktori seperti ini /home/imron/Document/blablalbala. Padahal apabila anda sadar, hal ini tidak beberda jauh dengan sistem operasi lain. Contoh lagi ni ke windows, misal anda buka windows explore terus anda buka drive C, terus buka folder program files. Coba anda liat tu di bagian atas windows explorer yang menampilkan alamat direktorinya pasti akan seperti ini “C:\Program Files\” Nah di linux juga sama penerapannya “/home/imron/Documents”, berarti anda disana membuka direktori sistem “/” terus ke direktori home dan ke direktori/folder Documents.
    3. Kebanyakan pengguna Linux salah asal maen copas (copy paste) tutorial atau perintah command line Linux. Contoh yang sering terjadi adalah seperti ini. Copykan perintah ini:
      $ unzip /home/usernamekamu/Downloads/file.zip

      Pasti pengguna Linux awal, pasti akan langsung maen copas aja perintah di atas itu tanpa menlaahnya terlebih dahulu. Maksudnya perintah di atas adalah

      $ unzip /home/imron/Downloads/file.zip //untuk yang username imron
      $ unzip /home/budi/Downloads/file.zip //untuk yang username budi
      $ unzip /home/tono/Downloads/file.zip //untuk yang username tono

      Nah bagaimana cara nyari tau username itu, buka aja terminal dan liat dibagian awalnya sebelum tanda @. Misal contoh “imron@linux-yr22:~$ ” dari contoh di situ usernamenya adalah imron atau “budi@linux-yr22:~$” usernamenya budi dan lain-lain.

    4. Terus kebanyakan pengguna Linux juga bingung apabila ada tutorial seperti ini contohnya:
      $ sudo nano /etc/nginx/nginx.conf

      atau

      $ sudo vim /etc/nginx/nginx.conf

      Kebanyakan dari mereka bingung untuk melakukan editing atau savenya. Sebenarnya nano atau vim di atas, adalah sebuah editor Linux yang khusus dijalankan melalui CLI (Command Line Interface). Makanya biar gak bingung biasain dong buka google dan lihat ni contoh penggunaan nano http://www.howtogeek.com/howto/42980/the-beginners-guide-to-nano-the-linux-command-line-text-editor/ atau penggunaan vim disini http://www.yolinux.com/TUTORIALS/LinuxTutorialAdvanced_vi.html atau apabila masih bingung, anda bisa mencoba melalu editor berbasi gui. Contohnya geany (notepad++) pada Linux jadi install dulu geanynya di Linux anda dan nanti untuk jalaninnya sama seperti perintah di atas, cuma tinggal rubah nano/vim dengan geany aja:

      $ sudo geany /etc/nginx/nginx.conf

Mungkin masih banyak lagi kesalahan-kesalahan umum pengguna Linux awal ini, tapi untuk sementara segitu dulu aja ya. Saya cape nulisnya :D.. Intinya secara sadar dan tidak sadar, saat anda menggunakan Linux, sama saja anda belajar basic dari sistem operasi itu sendiri atau istilah-istilah komputer dasar yang tidak sengaja anda pelajari. Contohnya partisi yang tadinya gak tahu jadi tahu. Terus root/administrator yang tadinya bingung jadi ngerti dan masih banyak lagi. Jadi pertanyaan dari saya, masihkan anda berpikir Linux susah? Pasti jawabannya cuma perlu membiasakan saja untuk memakai Linux itu, sama halnya seperti anda beralih dari windows ke MacOs atau dari Symbian ke Iphone/Android/Blackberry dan lain-lain.

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s