Perintah dasar-dasar git yang sering dipakai (Menggunakan Git Versi 2)

Sebelumnya saya telah membuat postingan mengenai cara memakai git pada halaman ini http://imron02.blogspot.com/2013/04/menggunakan-git-di-linux.html. Lalu sekarang pada postingan ini, adalah postingan lanjutan untuk mempelajari git ini. Karena banyaknya permintaan dari teman-teman saya yang meminta untuk menulis lanjutan cara memakai git ini dan karena sering juga ada beberapa teman yang bertanya ulang-ulang tentang git. Maka dari itu saya buat postingan selanjutnya ini.
Oke sekarang setelah sebelumnya saya harap anda sudah berhasil membuat repository dengan git, maka sekarang ini saya harap anda sudah bisa menggunakan git secara mendasar dengan mempelajari perintah-perintah dasarnya. Dan melanjutkan perintah dasar-dasar git yang telah saya singgung pada postingan sebelumnya.
  1. Git pull.
    Perintah git pull ini akan sering kali digunakan apabila kita dalam bekerja membuat suatu aplikasi atau mengembangkan aplikasi secara tim, atau anda mengerjakan aplikasinya dengan dua buat PC/Laptop yang berbeda dan ingin tetap tersinkronisasi secara baik. Kenapa saya sebut akan sering digunakan?
    Untuk menggambarkan situasi git pull yang akan sering dipakai itu seperti gambar berikut ini:

    Jadi pada gambar di atas, misal nama projek aplikasinya adalah Example. Nah aplikasi Example ini dikerjakan oleh 2 orang yang berbeda yaitu User 1 dan User 2.

    .
    Oke biar anda semakin paham, maka lihatnya contoh berikut ini (User 1):

    • Buka terminal dan ketikkan perintah berikut ini:
      $ cd
      $ cd Documents/
      $ git clone git@github.com:Imron02/Example.git
      Cloning into ‘Example’…
      remote: Counting objects: 3, done.
      remote: Total 3 (delta 0), reused 0 (delta 0)
      Receiving objects: 100% (3/3), done.
      Checking connectivity… done

      Dalam kasus ini sebelumnya sudah membuat repository Example sesuai postingan sebelumnya http://imron02.blogspot.com/2013/04/menggunakan-git-di-linux.html

    • Lalu sekarang kita lihat apakah direktori Example berhasil di clone.
      $ ls
      Example  My Music  My Pictures  My Videos
      $ ls Example/
      README.md

      Terlihat ternyata repository example disana mempunyai sebuah file bernama README.md sesuai dengan repo pada github.

    • Lalu sekarang User 1 coba membuat sebuah File dengan nama File-U1.
      $ cd Example
      $ touch user1.html

    • Lalu sekarang kita coba tambahkan file itu ke github dan jangan lupa untuk di commit.
      $ git add user1.html
      $ git commit -m “User 1”

    • Lalu sekarang coba push ke github.
      $ git push

      Dan sekarang lihat pada halaman githubnya ternyata User 1 berhasil melakukan push file user1.html

    Karena tadi User 1 telah berhasil melakukan push file, lalu sekarang selanjutnya adalah User 2.

    • Karena seperti yang saya bilang sebelumnya yaitu misal untuk bekerja dengan tim, maka sekarang User 2 harus melakukan git pull dahulu.
      $ git pull

    • Lalu sekarang kita cek folder Examplenya.
      $ ls
      README.md user1.html

      Dan lihat ternyata User 2 mendapatkan file user1.html yang telah dikerjakan oleh User 1 tadi.

    • Lalu sekarang cobalah user 2 membuat sebuah file user2.html dan coba di push dan setelah itu jangan lupa bagi user 1 untuk melakukan git pull agar mendapatkan file hasil kerjaan user 2. Jadi begitulah cara kerja git pull ini.
  2. Git Push
    Sebelumnya pada pembahasan git pull di atas, kita telah melakukan perintah git push. Lalu apa si git push itu?
    Sebenarnya git push (sesuai artinya memasukkan) itu adalah memasukkan file-file atau direktori hasil kerjaan kita yang dilakukan setelah melakukan commit ke tempat penyimpanan projeknya (misal dalam kasus ini adalah github).

    Seperti pada contoh sebelumnya kita telah melakukan perintah ini:

    $ git add user1.html
    $ git commit -m “User 1”
    $ git push

    Lihat pada perintah yang dicetak tebal. Nah jadi dengan perintah git push itu, maka sebenarnya kita menyuruh aplikasi git untuk melakukan push file user1.html yang ada pada PC kita ke dalam direktori penyimpanan github (repository Example).

  3. Git add
    Perintah git add ini juga termasuk perintah yang sering digunakan. Jadi perintah git add ini akan sering digunakan apabila kita ingin menambahkan file hasil kerja kita kedalam repository (github) atau file yang belum dicommit.
    Contoh penggunaanya misal seperti ini:
    $ touch user2.html
    $ git status
    # On branch master
    # Untracked files:
    #   (use “git add …” to include in what will be committed)
    #
    #       user2.html
    nothing added to commit but untracked files present (use “git add” to track)

    Nah lihat apabila kita melakukan git status, maka akan terlihat pernyataan kalau file user2.html di atas itu belum ditambahkan dengan perintah git add dan bewarna merah. Maka dari itu lakukanlah perintah ini:

    $ git add user2.html
    $ git status
    # On branch master
    # Changes to be committed:
    #   (use “git reset HEAD .
    #
    #       new file:   user2.html

    Nah dengan sudahnya kita melakukan git add maka file user2.html itu bisa kita commit dan kita lakukan push ke repository github.
    Catatan:
    Selain dengan menggunakan perintah git add nama_file, git add ini juga punya beberapa perintah yang akan sering digunakan juga. Misalnya:

    • git add . atau git add –all
      Dengan menggunakan perintah ini, maka artinya sama aja kita menyuruh agar si git untuk melakukan penambahan (add) pada semua file dalam folder Example itu. Contoh:
      $ touch user2.html user2-a.html user2-b.html
      $ git status
      # On branch master
      # Untracked files:
      #   (use “git add …” to include in what will be committed)
      #
      #       user2-a.html
      #       user2-b.html
      #       user2.html
      nothing added to commit but untracked files present (use “git add” to track)

      Misal di atas kita belum menambahkan 3 buah file kan? (user2.html, user2-a.html, user2-b.html). Maka apabila kita ingin menambahkan 3 file itu secara sekaligus, maka cukup dengan melakukan perintah seperti ini:

      $ git add .             //perintah ini ada tanda titiknya ya..
      $ git status
      # On branch master
      # Changes to be committed:
      #   (use “git reset HEAD …” to unstage)
      #
      #       new file:   user2-a.html
      #       new file:   user2-b.html
      #       new file:   user2.html
      #

    • git add direktori/
      Maksudnya adalah misal apabila kita ingin menambahkan semua file yang ada di dalam direktori. Contoh:
      $ mkdir folderku
      $ cd folderku
      $ touch user2.html user2-a.html user2-b.html
      $ cd ..
      $ ls folderku/
      user1.html  user2-a.html  user2-b.html  user2.html

      Pada contoh di atas, misalnya ada 3 buah file dalam folder folderku. Lalu apabila kita ingin menambahkan semua file yang ada di dalam folderku itu, maka perintahnya cukup dengan:

      $ git add folderku
      $ git status
      # On branch master
      # Changes to be committed:
      #   (use “git reset HEAD …” to unstage)
      #
      #       new file:   folderku/user1.html
      #       new file:   folderku/user2-a.html
      #       new file:   folderku/user2-b.html
      #       new file:   folderku/user2.html
      #

      Nah dengan perintah di atas, maka saya menambahkan folder folderku. Maka selain menambahkan folderku itu, git akan secara otomatis menambahkan semua file yang ada di dalam folderku tersebut.

    • git add file1 file2 file3 atau git add folder1 folder2 atau git add file1 file2 folder1 folder2
      Maksudnya dari perintah di atas adalah kita bisa secara custom menambakan beberapa file sekaligus atau menambahkan folder sekaligus atau bisa juga menambahkan beberapa file dan folder secara sekaligus. Contoh perintahnya apabila ingin menambahkan beberapa file:
      $ git add user2.html user2-a.html user2-b.html

      Apabila ingin menambahkan beberapa folder sekaligus:

      $ git add folderku foldermy foldersaya

      Dan apabila ingin menambahkan beberapa file dan folder sekaligus:

      $ git add user2.html user-2a.html folderku foldermy

  4. Git status
    Perintah ini pada pembahasan sebelumnya di atas, sudah sering digunakan. Lalu apa si fungsi git status ini?
    Git status ini misalnya digunakan untuk mengetahui file file baru yang kita kerjakan yang belom di commit. Seperti pada contoh-contoh sebelumnya di atas.

    Perintahnya cukup simpel.

    $ git status

  5. Git commit
    Perintah commit ini juga termasuk perintah yang sering digunakan apabila kita bekerja dengan git. Contoh perintahnya adalah misal kita telah menambahkan file user2.html dengan git add seperti pada contoh sebelumnya, maka apabila kita ingin melakukan perintah push, sebelumnya kita harus melakukan commit terlebih dahulu. Contoh:
    $ git add user1.html
    $ git commit -m “User 1”

    Nah dengan perintah git commit -m di atas, maka kita telah melakukan commit terhadap file user1.html. Lalu pertanyaannya adalah maksud dari opsi -m itu apa?

    Opsi -m ini digunakan untuk memberikan pesan (message) kepada user1.html itu.

    Lalu fungsi dari commit itu seperti apa? Untuk jawabannya lihatlah pada gambar berikut ini:

    Nah perintah commit itu digunakan sebagai penanda atau inisial dari file yang telah dilakukan push ke repository. Seperti pada gambar di atas. Commit User 1 itu tertulis sebagai penanda dari file user-1.html tersebut. Maka dari itu saran saya apabila ingin melakukan commit, maka pesannya harus sesuai dengan file yang kita kerjakan misalnya pesannya adalah “fix some bug”. Perintah commit tersebut sering digunakan untuk menyatakan bahwa file itu telah melalui beberapa perubahan pembenaran dari bug-bug yang terdapat pada aplikasi kita.
    Catatan:
    Selain dengan menggunakan opsi di atas, maka perintah commit -m juga bisa dilakukan denga perintah:

    $ git commit -a

    Perintah di atas sebenarnya dilakukan apabila kita ingin melakukan commit terhadap semua file. commit ini sangat cocok digunakan setelah perintah git add . atau git add –all. Dan setelah melakukan commit -a seperti di atas, maka contohnya kita akan mendaptkan tampilan seperti ini:

    editing file dan menambahkan file baru
    # Please enter the commit message for your changes. Lines starting
    # with ‘#’ will be ignored, and an empty message aborts the commit.
    # On branch master
    # Changes to be committed:
    #   (use “git reset HEAD …” to unstage)
    #
    #       renamed:    user1.html -> folderku/user1.html
    #       new file:   folderku/user2-a.html
    #       new file:   folderku/user2-b.html
    #       new file:   folderku/user2.html

    Kelebihan dari perintah git commit -a ini adalah kita menadapatkan beberapa keterangan file apa saja yang mendapatkan perubahan seperti contohnya di atas ada rename file dan penambahan file baru. Lalu tulisan editing file dan menambahkan file baru adalah contoh pesan commit yang saya buat sendiri.

Oke sekian dulu dari saya untuk dasar-dasar penggunaan git ini. Nanti akan saya buat postingan lain tentang git dilain waktu. Misal cara penggunakan git branch dan merge.. 😀

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s